Rabu, 12 Juli 2017

Temu Mitra

Musuem Agar Dimasukkan Kepaket Tour Sekolah

TEMU MITRA: Para seller dan buyer dipertemukan dalam temu mitra yang digelar dengan konsep table top oleh Museum Ranggawarsita Jawa Tengah, Kamis, (23/3). Foto: Shodiqin
SEMARANG- Dalam rangka penyebaran inforamasi kepada masyaraat terkait keberadaan museum. Sekaligus di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Museum Ranggawarsita Jawa Tengah mengadakan temu mitra di Aula Ranggawarsita Jawa Tengah, Kamis, (23/3).
Acara digelar dengan konsep table top, dimana kedua belah pihak dibagi dalam peran buyer dan seller. Mitra museum terdiri dari berbagai perusahaan bidang pariwisata, katering, rias pengantin dan dekorasi, serta museum-museum yang ada di Jawa Tengah.
Mereka yang berperan sebagai seller antara lain Museum Jamu Nyonya Meneer, Museum Lawangsewu, Museum MAJT, dan lainnya. Sementara dari luar kota ada Museum Radyapustaka dan Museum Pers Nasional.
Sementara berperan sebagai buyer adalah pengguna jasa mitra museum seperti sekolah, instansi, dan juga kelompok masyarakat yang jumlahnya juga mencapai puluhan.
Kepala Museum Ranggawarita Jawa Tengah Steven Timisela mengatakan, temu mitra ini sangat penting, karena keberadaan mitra merupakan tangan panjang bagi museum.
“Kegiatan ini guna mengajak para pelaku wisata dan tempat wisata serta para masyarakat untuk bekerjasama mengembangkan potensi-potensi wisata di Kota Semarang dan Jawa Tengah,” kata Steve kepada Wawasan, dilokasi.
Sehingga, dengan temu mitra ini diharapkan museum di Semarang dan Jawa Tengah sebagai paket wisata tuor. Selain itu di sekolah-sekolah yang memiliki paket tour, bisa memasukkan museum sebagai paket wisata.
“Anak-anak boleh berwisata kemana saja asalkan anak-anak didatangkan untuk berkunjung ke museum,” harapnya.
Selain itu juga untuk menginformasikan dan mensosialisasikan segala kegiatan baik di luar atau di dalam museum kepada masyarakat. “Dengan begitu diharap dapat terjalin kerja sama sebanyak mungkin antara mitra dengan pengguna jasa mitra museum,” tuturnya.
Salah seorang peserta yang berada di pihak buyer Ahmad Muhlisin, mengungkapkan, sangat senang diundang dalam kegiatan itu. “kami beruntung bisa mendapat banyak informasi, baik tentang beberapa museum yang ada, maupun usaha pariwisata,” paparnya. M13




Lembaga Amil Zakat

Layakan Kesehatan Keliling Sambut Positif  Warga

BEROBAT: Beberapa warga tengah melakukan pengobatan saat hadir kegiatan Layanan Kesehatan Keliling, di Masjid Baitussalam Kampung Bahari di Tambakrejo RW XVI Kelurahan Tanjungmas Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Kamis (23/3). Foto: Shodiqin
TANJUNGMAS- Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nurul Barqi PT Indonesia Power bekerjasama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Jawa Tengah mengadakan acara Layanan Kesehatan Keliling secara gratis, Kamis (23/3).
Acara yang dimulai pada pukul mulai pukul 08.00 WIB hingga13.00 WIB ini diselenggarakan di Masjid Baitussalam Kampung Bahari di Tambakrejo RW XVI Kelurahan Tanjungmas Semarang.
Dari pantauan Wawasan, dilokasi, layanan kesehatan tersebut berupa konsultasi pada dokter, posyandu dan PMT balita, pengobatan umum, serta medical check up kepada warga dhuafa sekitar masjid.
Ketua Bidang Pendayagunaan IZI Jateng Musyafa mengatakan, bahwa acara yang bertema “Sehat Bersama Indonesia Power” ini, merupakan bentuk kepedulian kesehatan pada masyarakat di sekitar perusahaan.
Selain layanan kesehatan, juga diluncurkan program kesehatan berbasis masjid yang diberi nama “ Pusat Kesehatan Masjid”, yaitu program layanan kesehatan yang akan dilakukan mandiri oleh relawan kesehatan yang ditunjuk oleh takmir masjid dan ibu-ibu PKK setempat.
“Hal ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini kesehatan melalui cek tensi gratis dan cek laborat sederhana kepada warga dhuafa di sekitar masjid secara reguler bulanan,” katanya.
Sementara itu, kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100 orang untuk umum  dan 75 balita. Terselenggaranya acara layanan kesehatan di daerah tersebut, karena kawasan Kelurahan Tanjungmas RW XVI merupakan daerah yang sering terkena rob saat musim hujan, sehingga rawan terkena penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya.
“Selain itu, gangguan kesehatan lainnya yang banyak dari hasil pemeriksaan tersebut adalah kolesterol dan asam urat,” pungkasnya.
Salah satu warga yang hadir untuk berobat, Umi Mustaqina mengaku, senang dengan adanya layanan kesehatan keliling ini. Menurutnya, kegiataan ini sangat membantu warga sekitar ritakhususnya dalam layanan kesehatan.
“Semoga kegiatan ini terus dilakukan, dan berjalan secara rutin. Sebab ini benar-benar membantu kesehatan kami,” harapnya. Shodiqin



Kodam IV/Diponegoro

Tempatkan Hukum Secara Proporsional

MENYAMPAIKAN: Seorang narasumber menyampaikan materi latihan dan satuan dalam rangka Penataran Hukum di jajaran TNI AD tersebar Triwulan I T.A. 2017 bertempat di Aula Makodam IV/Diponegoro, Selasa, (21/3). Foto: Shodiqin
 WATUGONG- Perwira Kodam IV/Diponegoro tidak hanya profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya, namun juga mampu menempatkan  hukum secara proporsional sesuai bidang tugas masing-masing.  
Hal tersebut karena penguasaan yang baik di bidang hukum, akan menghindarkan prajurit dari kesalahan prosedur. Saat ini cara-cara kekerasan menjadi sangat tidak populer, bahkan justru dinilai kontra produktif.
Demikian disampaikan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah dari amanat tertulis oleh Pangdam IV/Diponegoro dalam pembukaan Mobil Training Team (MTT) Penataran Hukum di jajaran TNI AD tersebar Triwulan I T.A. 2017 bertempat di Aula Makodam IV/Diponegoro, Selasa, (21/3).
Penataran yang diikuti oleh para Dandim/Danyon Setingkat, Pejabat Pers dan Intel jajaran TNI AD ini, Sabrar Fadhilah berharap, sikap disiplin dan kesadaran akan hukum bagi setiap prajurit TNI harus terus diaktualisasikan.
“Kita tentu sepakat, bahwa kepatuhan yang tinggi terhadap hukum akan menghindarkan kita dari berbagai bentuk tindakan anarkis, kekerasan dan pelanggaran”, jelasnya.
Menurut Pangdam, Pejabat Personel (Pasi-3/Pers) dan pejabat Intelijen (Pasi-1/Intel) memiliki peran penting dalam aplikasi hukum sebagai fungsi Komando yang dilaksanakan oleh Komandan/Pimpinan Satuan, guna mencapai kecepatan dan kebenaran penyelesaian permasalahan hukum dan kebenaran terhadap produk-produk hukum administrasi.   
Sementara itu, Kolonel Chk Yaya Supriyadi, S.H., M.H., sebagai narasumber dengan materi tentang hukum dalam pertanggungjawaban komando menyampaikan, bahwa tanggung jawab hukum dalam pembinaan  satuan sebagai sendi kehidupan militer dan  wujud kualitas disiplin satuan.
“Selain itu juga, membudayakan hukum sebagai materi latihan dalam satuan, pengawasan, dan penyuluhan, latihan dan pengajaran,” tegasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa unsur-unsur tanggung jawab komando yaitu adanya hubungan atasan dan bawahan, atasan mengetahui atau memiliki alasan untuk mengetahui bahwa kejahatan  sedang atau telah dilakukan oleh bawahannya, dan atasan tidak mengambil tindakan yang diperlukan dan tepat untuk mencegah terjadinya kejahatan atau menghukum pelaku.
Turut hadir pada acara tersebut, Irdam IV/Diponegoro, para Asisten, Staf Ahli dan Kepala Badan Pelaksana serta Komandan Satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro, dan Ketua beserta anggota Tim Penatar. Shodiqin







KH. Munif Zuhri

Kebaradaan MUI Semoga Jadi Rahmat Untuk Umat

TAUSYIAH: KH. Munif Zuhri Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo Mranggen Demak memberikan tausyiahnyadihadapan  para jamaah yang hadir, Selasa, (21/3). Foto: Shodiqin.



MUGASSARI- Sementara, KH. Munif Zuhri Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo Mranggen Demak dalam tausyiahnya menyampaikan, memang dalam kehidupan diakhir-akhir zaman ini banyak permasalahan.
Sehingga, keberadaan MUI Jateng sangat tepat, sebab, beliau inilah (MUI) memiliki tanggungjawab terhadap umat. Karena apa?, MUI oleh sebagian kalangan dikatakan sebagai penerus para nabi khususnya Nabi Muhammad Saw (Rasulullah).
Dan Rasulullah sudah yakin bahwa Allah Swt mengutus beliau sebagai penyempurna pada nabi-nabi sebelumnya. Diutusnya beliau ini sebagai rahmat (kasih sayang) untuk semua umat. Rahmat itu tidak memandang apakah ia Islam, Nasrani, Khong Hu Chu dan lainnya.
“Jadi MUI sebagai penerus nabi juga diharapkan dapat memberikan rahmat bagi semuat umat serta bisa mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat sekarang in,” tegas Gus Munif panggilan akrabnya.
Ia berharap, dengan adanya keberadaan MUI tidak hanya mengatasi permasalahan-permasalahan kecil seperti kasus penodaan agama. Akan tetapi bisa menyelesaikan permasalahan yang besar seperti kemiskinan, porstitusi, judi dan lainnya.
“Semoga MUI Jateng bisa menjadi penyejuk di tengah-tengah umat. Sehingga, dakwah dengan cara yang penuh rahmat dan lembut ini bisa dirasakan dan diterima oleh semua masyarakat,” harapnya.
Sementara, dalam pembacaan Dzibaiyah adalah ibadah dalam bentuk senandung shalawat. Sebab, sebagian besar berisi riwayat hidup perjalanan Rasulullah SAW, sebagian lagi berisi nasihat pembinaan bagi umat.
“Jadi banyak berkah bila mana kita mau membaca shalawat, seperti malam ini yang penuh berkah. Semoga apa yang menjadi harapan kita semua dapat terkabul,” doa Gus Munif. Shodiqin

Dihadiri Tokoh-tokoh

50 Tahun Sebagai Kenangan Reuni Emas Alumni Kolese Loyola

BERJOGET: Para almuni berjoget menikmati lagu yang Endah Laras bawakan di malam puncak  kegiatan  Reuni Emas Alumni Kolese Loyola Angkatan 69 Semarang bertempat di The Club Perumahan Graha Padma Semarang, Sabtu (18/3). Foto: Shodiqin
SEMARANG- Suasana guyub, meriah dan canda tawa dihadirkan dalam kebersamaan, itulah yang sangat terasa dalam kegiatan Reuni Emas Alumni Kolese Loyola Angkatan 69 Semarang bertempat di The Club Perumahan Graha Padma Semarang.
Reuni digelar terbesar kali berlangsung selama dua hari, Sabtu (18/3) hingga Minggu (18/3).  Selain itu, hadir nama-nama besar dari berbagai profesi yang ditekuni. Mulai di bidang pemerintahan, pendidik, dokter  dan bisnis serta lainnya.
Panitia penyelenggara Hariyanto menyampaikan, kegiatan reuni ini merupakan keluarga ekschool Loyola. Artinya kami masuk pada tahn 1966 atau sudah 50 tahun dan lulus sebagian besar pada tahun 1969.
Dari lulusan ini, Hariyanto menceritakan bahwa ada beberapa tokoh-tokoh yang berhasil baik dari pemerintahan maupun bisnis. Salah satunya yang dibanggakan yang nantinya akan hadir adalah Purnomo Yusgiantoro mantan menteri di tiga pemerintahan yaitu Presiden KH Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarno Putri dan Presiden Susilo Bambang Yudoyono.
“Terakhir bapak Purnomo menjadi mantan manteri ESDM, kemudian pernah juga menjadi Menteri Pertahanan. Namun, untuk sekarang ini beliau aktif menjadi pengajar di ITB,” tambahnya.
Selain itu pula, ada juga alumni yang berada di Dunia Kemiliteran yakni di Angkatan Udara yaitu bernama Budi Hartanto. “Kemudian masih banyak tokoh-tokoh yang hadir khsususnya dibiang bisnis dan profesi,” papar Hariyanto yang juga sebagai Konsultan Pajak dan menjadi Ketua Ikatan Konsultan Pajak di Jawa Tengah.
Para Tokoh
Seperti, F. Soleh Dahlan, Bsc sebagai Komisaris Utama Dafam Group yang sekarang aktif mengembangkan bidang usaha Property Developer dan Hotel Manaagement dan Investments.
“Kami merasa sangat senang bisa dikumpulkan, dimana kita tinggalkan lambaga sekolah yang sudah 50 tahun yang lalu,” katanya.
Selain itu, Prof. Dr. Yos E. Susanto, PhD yang aktif menjadi dosen pengajar di Kalbis Institute Jakarta. Prof  Yos yang mengambil guru besar di bidang manajemen ini juga tengah menaunggi 10 Rumah Sakit (RS) Awal Bros Hospital Droup.
Diantaranya, di Batam, Bekasi, Makasar, panam, pekanbaru, tanggerang, Ujungbatu, RS A yani, RS Evasari dan RSIA Bunda Asy-Syifa. “Jadi kami ini sekarang ini lebih banyak ngurusin manajemen di rumah sakit,” kata Prof Yos yang juga memiliki Yayasan Indonesia Mengalir.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Dr. Tjondro Indarto MPH sebagai Healty Cansultant in Primary and Secondary Prevention atau dibidang Gerakan Sayang Ibu di Papua. Ia mengatakan, sekarang ini aktif mengajar dalam bidang penyegahan kematian ibu hamil di Papua.
Menurutnya, terjadi ketimpangan antara di Papua dan daerah lain khususnya emergency transportasi dan fasiltas kesehatan lainnya. “Sehingga ini yang mendorong saya untuk menjadi pengajar dalam bidang penyegahan dimana pesertanya baik itu para bidan, dokter bahkan masyrakat langsung,” paparnya.
Sementara itu, yang berkiprah di bidang bisnis yaitu Hugeng Parhito sebagai President Commossioner PT Gasuma Federal Indonesia (GFI) di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Dimana GFI ini sebuah perusahaan dibidang energi pengelolaan gas.
“Saya bersyukur ternyata sudah 50 tahun masuk Loyola, dan kami bangga bisa menyumbangkan sesuatu buat nama baik Sekolah. Ya intinya kita sekalian menyambung silaturhim,” paparnya.
Selain itu handoyo Atmojo yang sekarang aktif menjadi pengusaha dibidang peternakan yang menghasilkan susu sapi setelah pensiun bekerja di PT Pertamina di Indonesia. “Sudah tujuh tahun saya mengembangkan usaha peternakan setelah puluhan tahun bekerja di Pertamnia,” paparnya.
Ia berharap,kegiatan ini kedepan terus dijaga guna melestarikan persahabatan. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menularkan angatan-angkatan lain,” harapnya.
Sementara itu, Didit Purwanto menjadi Managemen Consultant di Bidang Automotive di dua persahaan yaitu Semarang yang telah memiliki 32 cabang dan Jakarta. Laki-laki yang sudah berpengaaman di PT Astra selama 23 tahun ini ingin menular pengalamanya.
“Saya juga sering mengisi pelatihan-pelatihan dan seminar terkait dunia outomotiv,” paparnya.
Terkait tujuan diadakan reuni ini ingin memberikan kesempatan bagi mereka, karena setiap tahun pasti ada yang berkurang.”Jadi kami memberikan kesempatan bagi mereka yang masih bisa menyempatkan diri untuk datang dan berkumpul,” paparnya yang berharap kegiatan ini bisa berlangsung setiap tiga tahun sekali.
Sementara, itu dalam malam puncak reuni, Sabtu (18/) dimeriahkan oleh artis sinden Endah Laras yang menyanyikan lagu-lagu baik lagu lawas (jawa) hingga terbaru. Sehingga, para alumni yang hadir tampak cerita bahkan sesekali mereka diajak bergoget bersama dengan menikmati alunan musik dan lagu yang Endag Laras bawakan beserta group. Shodiqin


Nobar UIN Walisongo

Pemuaran Film “Brave Miss World” 
NOBAR: Para mahasiswa nobar film berjudul "Brave Miss World" di American Corner UIN Walisongo Semarang, Selasa, (21/3). Foto: Shodiqin
NGALIYAN-Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan American Corner Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang mengadakan pemutaran film berjudul “Brave Miss World” di American Corner UIN Walisongo, UPT Perpustakaan Pusat Lantai 2 Kampus 3, Selasa, (21/3).
Cultural Attache Embbasy of the United Stetes of America Karen Schinnerre mengatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret.
Sementara, Brave Miss World adalah sebuah film dokumenter tentang perjuangan penyintas kekerasan seksual yang diperankan oleh Linor Abargil. “Film dokumenter ini dinobatkan sebagai Miss World 1998,” kata Keren dalam wawancaranya di lokasi.
Diceritakan, bahwa hanya tujuh minggu sebelum Linor mewakili Israel untuk berkompetisi dan memenangi Miss World 1998, Linor diculik, ditusuk, dan diperkosa.

“Setelah dinobatkan sebagai Miss World,  Linor memutuskan untuk membuka suara tentang kekerasan seksual yang dialaminya,” paparnya.

Selain itu, Linor juga memberi bantuan dan dukungan kepada orang-orang di seluruh dunia yang mengalami nasib serupa dengannya. Kini, ia menjadi aktivis perempuan dan membuat gerakan #IAMBRAVE.
“Ia juga menjadi inspirasi bagi banyak penyintas pemerkosaan di seluruh dunia,” paparanya.
Selain nobar juga dilanjutkan kegiatan diskusi bersama pakar media dan aktivis tentang peran kuat media dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.
Diskusi ini dihadiri oleh  dua pembicara sekaligus alumni International Visitors Leadership Program (IVLP). Yaitu Monique Rijkers (Jawa Pos TV) dan Fitriah “Riri” Artakusuma (Pendiri Care for Education dan mantan produser Smart FM).
Dalam diskusi, dua alumni yang merupakan lulusan sebuah program pertukaran yang disponsori oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat ini akan berbicara tentang peran penting media dalam melawan kekerasan terhadap perempuan, dan bagaimana media dapat meningkatkan kesadaran publik akan isu ini.
“Acara bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terkait isu ini dan mendukung kesetaraan gender, suatu hak dasar yang sama-sama diperjuangkan di Amerika dan Indonesia,” tambahnya. Shodiqin


Tingatkan Perekonomian Masyarakat Jateng

Kading Jateng dan MUI Jateng Teken MoU

FOTO BERSAMA: Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono berfoto bersama dengan para ulama  seusai melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) di Menara Suara Merdeka Lantai 17 Jalan Pandanaran Nomor 30 Semarang, Selasa, (21/3) malam. Foto: Shodiqin
MUGASSARI- Kamar Dagang dan Indutri (Kadin) Jateng dan Manjelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng melakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka mengatasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penandatangan secara langsung dilakukan oleh Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono di dampingi Walikota Semarang Hendrar Prihadi dengan Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji di dampingi Ketua Dewan Pembina, H Ali Mufiz bertempat di Menara Suara Merdeka Lantai 17 Jalan Pandanaran Nomor 30 Semarang, Selasa, (21/3) malam.
Dalam sambutanya, Kukrit Suryo Wicaksono yang juga sekaligus Ceo Suara Merdeka Network menyampaikan, kerjasama ini diharapkan MUI Jateng dapat membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kerjasama antara Kadin dengan MUI ini sangat langka terjadi, mungkin ini baru hanya ada di Jateng. “Semoga kerjasama yang langka ini bisa mengatasi permasalahan ekonomi yang didahapi msayarakat, sehingga ke depan dapat mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia dan khususnya Kota Semarang,” harap Kukrit.
Sementara, Ahmad Darodji menyambut positif kerjasama dengan Kadin Jateng. Apalagi, MUI juga memiliki tanggungjawab terhadap kesejahteraan umat dan masyarakat seluruh Jateng.
“Kami yakin kerjasama ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Jateng, guna mengatasi permasalahan perekonomian yang dialami masyarakat,” jelasnya.
Hal serupa juga ungkapkan oleh, Ali Mufiz, dalam sambutanya, mengaku senang adanya kerjasama antara Kadin dan MUI. Sebab, selama ini MUI Jateng juga berharap masyarakat bisa sejahtera, tenteram dan nyaman bahkan MUI berharap masyarakat bisa lebih dekat bersama umat.
“Sebagaimana tagline, Suara Merdeka sebagai Perekat Komunitas Jawa Tengah,” harapnya.
Sementara itu, penandatangan MoU ini, sebelumnya dilakukan sholat Isya’ berjamaah dan lanjutkan Dzibaiyah bersama para Profesor dan Doktor di Kota Semarang.
Hadir dalam Dzibaiyah diantaranya, Komisaris Utama Suara Merdeka Group Ir H Budi Santoso, KH. Munif Zuhri Pengasuh Pondok Pesantren Girikusumo Mranggen Demak, KH Dzikron, Pengasuh PP Addainuriyah-2 Semarang, KH. Dzikron Abdullah, Ketua Komisi Fatwa, Drs KH Ahmad Hadlor Ikhsan.
Selain itu juga hadir, Dr Noor Achmad anggota DPR-RI, Sekda Jateng, Sekda Jawa Tengah Sri Puryono, Bupati Kudus Mustofa, Walikota Tegal Siti Sitha Soeparno, Rektor UIN Walisongo Prof Muhibbin Noor, Rektor Unwahas Dr Muzakkir Ali, Prof Dr Ir Edi Noersasongko, Rektor Unisbank Dr. Hasan Abdul Rozak, para profesor, doktor dan tokoh-tokoh ulama di Kota Semarang serta jajaran karyawan Suara Merdeka Network dan tamu lainnya. Shodiqin.