Jumat, 03 Maret 2017

Penerimaan Mahasiswa Baru


UIN Walisongo Buka Jalur Prestasi

MENYAMPAIKAN: Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr Musahadi MAg menyampaikan sosialisasi  SPAN-PTKINdan UM-PTKIN kepada para guru Madrasah Aliyah (MA) di Kampus I UIN Walisongo, Rabu, (1/3). Foto: Shodiqin

SEMARANG- Sebagai Universitas Islam Negeri (UIN), UIN Walisongo diberi otoritas untuk membuka progam-progam umum yang diizinkan oleh Kementerian Dikti RI. Yaitu UIN Walisongo membuka Progam Fakultas Sain dan Teknologi (Saintek) dan Sosial dan Humaniora (Soshum). 

“Dua studi ini bisa melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri),” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr Musahadi MAg kepada Wawasan, disela-sela memberi sosialisasi, di Kampus I UIN Walisongo, Rabu, (1/3)

Namun, yang perlu diperhatikan, kata Musahadi, masyarakat harus tau bahwa UIN Walisongo adalah universitas di bawah Kementerian Agama RI. Dimana mempunyai sistem jalur SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dan UM-PTKIN (Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).

“Jadi jalur SNMPTN setara dengan jalur SPAN-PTKIN dan jalur SBMPTN setara dengan jalur UM-PTKIN,” tambahnya.

Sedangkan, di Indonesia ada sebanyak 65 Perguruan Tinggi Islam mulai dari UIN, IAIN dan STAIN mulai dari ujung Merauke hingga Aceh.  “Maka sosialisasi ini begitu penting disampaikan, karena faktanya SNMPTN lebih dikenal daripada SPAN-PTKIN,” jelas Musahadi.

Untuk UIN Walisongo sendiri, lanjut Musahadi memiliki 35 prodi yang terdiri dari sembilan (9) prodi umum (dibawah izin Direjn Dikti) dan 26 prodi prodi di bawah Kementerian Agama.

“Rencana kami akan menerima kurang lebih 3750 mahasiswa di tahun 2017. Sementara jalur SPAN-PTKIN/ SNMPTN diberi porsi 50 persen dan jalur UM-PTKIN/SBMPTN diberi porsi 30 persen sedangkan 20 persen untuk jalur Mandiri,” tambahnya.

Untuk jalur Mandiri ini, UIN Walisongo juga membuka jalur Prestasi bagi calon mahasiswa yang memiliki kelebihan. Tujuannya memberi kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan prestasinya baik itu bidang olahraga, kesenian, hafid maupun hafidhoh dan prestasi lainnya.

“Harapanya dengan adanya jalur prestasi ini UIN Walisongo bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya,” tutupnya. M13


Duta Batik

Pemilihan Duta Batik Pesona Indonesia 2017 

Foto: Martini Suarsa 
TEGALSARI- Mentari Enterprise bekerja sama dengan Totok Shahak akan menggelar acara Pemilihan Duta Batik Pesona Indonesia 2017. Rencananya pendaftaran dan penyisihan akan dimulai pada, Minggu, 15 Maret 2017 di sembiloan kota serentak di Indonesia.

Sembilan kota tersebut yakni Sumatera, Bengkulu, Lampung, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Bandung. Sedangkan untuk grand final akan diadakan di Semarang, Jawa Tengah pada 30 April 2017.

Ketua Pelaksana Mentari Enterprise Martini Suarsa mengatakan, acara pemilihan duta batik 2017 itu bertujuan untuk memperkenalkan batik ke mancanegara. Dia mengungkapkan bahwa animo batik di Indonesia untuk saat ini sangat luar biasa, sehingga pihaknya menggandeng Totok Shahak untuk lebih menggemakan potensi batik Indonesia.

"Sebelumnya kita juga sudah melakukan acara pemilihan duta batik Kepulauan Riau, tapi setelah kita melihat banyaknya event dan animo masyarakat tentang batik di berbagai daerah, akhirnya kita punya rencana bikin ini secara nasional," katanya kepada Wawasan, Rabu, (1/3).

Dirinya menerangkan, duta batik yang terpilih nantinya bukan untuk mengikuti acara-acara seperti acara kecantikan dunia namun untuk lebih mempromosikan batik secara lebih luas ke mancanegara.
“Nanti kita akan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk bisa memberikan info terkait exibhition atau expo di luar negeri. Nantinya duta itu kita akan kirim kesana untuk mempromosikan batik nusantara,” imbuhnya.

Untuk kriteria, Martini menjelaskan sosok yang dicari bisa mewakili dan menggambarkan remaja Indonesia, berwawasan luas, punya kepribadian baik, beauty dan maskulin, dan tentunya memiliki wawasan tentang batik yang luar biasa.

Lebih jauh Ani Agus Rohmat selaku penasihat penyelenggaraan event Duta Batik Pesona Indonesia menambahkan, nantinya untuk duta ini bisa dipilih pria atau perempuan. Jadi tidak khusus hanya untuk pria maupun perempuan saja.

Mengenai teknis acara, Ani menjelaskan bahwa nanti di sembilan kota tersebut akan diwakili enam duta batik yang akan mengikuti grand final di Semarang. Selain itu ditambah dari wilayah yang sudah melakukan pemilihan duta batik sebelumnya.

“Seperti Batam dan Kepulauan Riau itu sudah ada, jadi sekitar 60 orang akan mengikuti grand final. Dalam grand final peserta wajib menggunakan batik daerah masing-masing,” ucapnya.

Setelah terpilih menjadi duta batik, Ani menerangkan bahwa nantinya akan ada pembekalan untuk duta batik tersebut dengan cara seperti coaching namun bersifat mobile.

“Jadi duta batik itu nanti akan keliling Indonesia ke daerah-daerah yang batiknya sudah dikenal. Mereka nanti akan diberi bekal pengetahuan soal batik dari daerah tersebut, minimal mengenal sejarah batik. Tidak hanya motifnya saja,” tambahnya.

Dia berharap dengan adanya acara duta batik ini tidak akan ada lagi kekhawatiran bahwa batik akan diklaim negara-negara lain, karena batik merupakan milik indonesia.

“Ajang pemilihan seperti ini bukan hanya mencari kecantikan, tapi lebih menjadi corong memperkenalkan batik Indonesia. Lalu pengennya batik tidak lagi menjadi trend kuno, tapi bisa menjadi hal modern dan lestari selamanya,” tukasnya. M13


KKN UPGRIS

Warga Kelurahan Purwoyoso Ajak Berantas PSN 
MEMBERSIHKAN: Warga Purwoyoso di bantu Mahasiswa KKN UPGRIS Kelurahan Purwoyoso melakukan pembersihan sarang nyamuk di Perum BPI Ngaliyan Semarang, baru-baru ini. Foto: Shodiqin
NGALIYAN- Kelurahan Purwoyoso Ngaliyan Semarang menggelar lomba kampung “go green” dan kampung bersih tepatnya di Perumahan BPI RW 10 Kelurahan Purwoyoso, baru-baru ini.
Ketua RW 10 Perum BPI Kelurahan Purwoyoso Sumarjono mengatakan, lomba ini diikuti sembilan sembilan RT di Perumahan BPI RW 10. Sementara lomba kampung go green dan kampung bersih ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Karena wilayah ini banyak terjangkit demam berdarah, sehingga kita adalah PSN untuk mengurangi sarang nyamuk,” kata Sumarjono kepada Wawasan, Rabu, (1/3)
Sedangkan kampung go green dan kampung bersih merupakan program pemerintah kota. Jadi setiap kelurahan itu mengikuti lomba kampung go green kampung sehat, kampung bersih maupun kampung islami pada tingkat kota,
“Kebetulan ditempat kami sudah pernah menjadi juara 2 se-kota Semarang,” tambahnya.
Kegiatan ini, diharapkan, warga dan masyarakat termotivasi melaksanakan PSN, baik dilakukan secara mandiri maupun dilakukan bersama dengan cara kerjabakti.
“Selain itu warga dapat menjaga kebersihan lingkungannya dan juga berkeinginan selalu menanam dan menjaga pohon,” tambahnya.
Kegiatan yang juga melibatkan, ibu-ibu penggerak PKK, Gasurkes dan Mahasiswa KKN UPGRIS 2017 Kelurahan Purwoyoso ini. Koordinator Kelurahan KKN UPGRIS 2017 Kelurahan Purwoyoso Lutfi Izurrohman menyampaikan, kegiatan ini merupakan hal yang sangat positif sekali. Selain itu juga menunjukkan kerjasama yang sangat baik sekali bagi ligkungan.
“Kegiatan ini memotivasi kami untuk selalu bersih dan cinta lingkungan. Harapan kami pada kegiatan kali ini adalah meningkatnya kesadaran warga terhadap lingkungan khususnya lingkungan hijau,” harapnya. M13

Jumat, 24 Februari 2017

Memanfaatkan Potensi Lingkungan

Warga Purwoyoso Antusis Ikuti Pelatihan Pembuatan Sirup
PELATIHAN: Para mahasiswa KKN UPGRIS sedang melakukan pelatih pembuatan sirup dan abon kepada warga Kelurahan Purwoyoso Ngaliyan Semarang di Balai Posyandu Rt 05 Rw 11, Rabu, (22/2). Foto: Shodiqin
SEMARANG- Puluhan warga bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan tampak semangat, saat mengikuti pelatihan pembuatan sirup yang diselenggarakan oleh tim KKN UPGRIS 2017 Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan Semarang , Rabu, (22/2).
Uniknya, pelatihan yang digelar di Balai Posyandu Rt 05 Rw 11 tersebut, dalam pembuatan sirup, warga tengah memanfaatkan buah belimbing yang banyak tumbuh di lingkungan sekitar.
“Jadi kita memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan warga seperti pohon belimbing yang untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan sirup,” kata Koordinator KKN UPGRIS 2017 Lutfi Izurrohman kepada Wawasan, Rabu, (22/2) dilokasi.
Selain itu, pelatihan pembuatan sirup, warga juga dilatih membuat abon dengan bahan dasar ikan lele. Alasananya yakni, pertama, tingkat dan minat warga makan ikan rendah. Kedua, harga lele murah dan sangat gampang didapatkan di pasar serta bisa dibudidaya. Ketiga, Pandangan masyarakat bahwa kalau makan ikan itu membutuhkan harga yang mahal.
“Jadi pembuatan abon ikan lele menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan konsumsi warga sehingga berdampak pada gizi masyarakat sekitar,” harapnya.
Selain pelatihan pembuatan makanan, tim KKN juga memberikan pelatihan kerajinan tangan dengan membuat lambu hias dengan bahan dasar sick eskrim. “Lampu hias ini kalau dikembangkan lebih kreatif memiliki daya jual tinggi dan bisa menjadi lowongan pekerjaan bagi warga,” harapnya.
Sementara itu, Kasi Pemerintahan dan Pembangunan Kelurahan Purwoyoso Darmawan Wibisono menyabut positif apa yang dilakukan oleh tim KKN UPGRIS dengan mengadakan pelatihan pembuatan sirup, abon dan kerajinan tangan.
“Semoga pelatihan ini kedepan dapat dimanfaatkan serta dikembangkan oleh warga. Sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi khususnya di lingkungan Purwoyoso,” harapnya. M13

Pasar Yaik Semarang

Tas Impor Lebih Diminati Daripada Tas Lokal
MEMILIH: Seorang pembeli tengah memilih tas impor yang ingin dibelinya, tepatnya di salah satu Toko Pasar Yaik Kauman Johar Semarang, Kamis, (23/2). Foto: Shodiqin
SEMARANG- Tampak lebih elegan, tas impor dari Cina ternyata lebih diminati masyarakat ketimbang tas buatan lokal atau Indonesia. Hal itu yang terlihat di beberapa toko di Pasar Yaik Kauman Johar Semarang.
Dari pantauan Wawasan, Kamis, (23/2) dilokasi, berbagai macam model tas impor tersebut mulai dari jenis dompet, slempang, ransel, jinjing dan handbag banyak diminati para pembeli.
Ahmad Rifai salah satu pemilik Toko Nikita  yang menjual tas impor mengatakan, penjualan tas impor semakin hari semakin meningkat khususnya masyarakat kalangan menengah ke atas.
“Tas impor ini banyak diminai kaum perempuan baik kaum muda maupun ibu-ibu dari kalangan menengah ke atas,” kata Rifai kepada Wawasan, Kamis, (23/2).
Menurut Rifai, minatnya masyarakat terhadap tas impor ini, karena selain harganya cukup murah, warnanya cukup mengkilat, kualitas juga cukup bagus. Tas impor ini juga banyak variasinya. Seperti di dalam tas terdapat ada dua dompet yaitu tas kecil dan besar.
“warna dan variasi ini yang menjadi daya tarik kaum perempuan,” tambahnya.
Untuk harga sendiri cukup relatif terjangkau mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu. “Yang paling laku adalah jenis tas model handbag yang biasa digunakan acara-acara resmi seperti pernikahan, arisan, jalan-jalan dan lainnya,” paparnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Muhammad Husaen yang juga menjual tas impor dan tas buatan lokal. Ia mengatakan, menjual tas impor dan lokal sama-sama menguntungkan.
“Namun, untuk tas impor labanya sedikit tetapi jumlah penjualanya cukup banyak. Sementara tas buatan lokal untungnya banyak tetapi jumlah penjualanya sedikit,” katanya. M13



Kodam IV/Diponegoro

Mayjen TNI Jaswandi Resmi Pangdam Jaya
UCAPAN SELAMAT: Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono mengucapkan selamat kepada Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi yang sekarang menjabat Pangdam Jaya dalam upacara di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Mabesad Jakarta, Jumat (24/2). Foto : dok
WATUGONG- Mayjen TNI Jaswandi secara resmi menjadi Pangdam Jaya/Jayakarta mengantikan Mayjen TNI Teddy Lhaksmana oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono saat memimpin upacara serah terima di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Mabesad Jakarta, Jumat (24/2).
Selain itu, TNI Mulyono juga melantik Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) dari Mayjen TNI Mukson kepada Mayjen TNI Hadi Prasojo, dan Asisten Pengamanan (Aspam) Kasad dari Mayjen TNI Rudy Yulius Huliselan kepada Brigjen TNI Ilyas Alamsyah.
Kasad mengatakan, serah terima jabatan merupakan bagian dari implementasi pembinaan personel dalam rangka regenerasi, sekaligus realisasi dari tour of duty dan tour of area.
“Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kesinambungan jalannya organisasi sekaligus untuk memelihara dan senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dalam pelaksanaan tugas pokok,” katanya melalui rilisnya yang dikirim ke Kodam IV/Diponegoro Semarang kepada Wawasan, Jumat, (24/2).
Dari itu semua menurut Kasad yang terpenting dan harus dipahami bahwa pergantian pejabat tinggi TNI AD dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip kepentingan pembinaan satuan dan pembinaan personel.
Berkenaan dengan kegiatan serah terima jabatan ini, Kasad mengucapkan terima kasih kepada Mayjen TNI Purwadi Mukson, Mayjen TNI Teddy Lhaksmana dan Mayjen TNI Rudy Yulius Huliselan beserta isteri, atas segala dedikasi dan pengabdiannya selama ini.
“Sehingga dapat menyelesaikan tugas dalam memimpin dan membina satuan maupun organisasi Persit Kartika Chandra Kirana dengan baik, hingga memasuki masa purna bakti,” tambahnya.
Amanah
Selanjutnya, Kasad menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan dan amanah yang diberikan pimpinan kepada Mayjen TNI Hadi Prasojo, Mayjen TNI Jaswandi dan Brigjen TNI Ilyas Alamsyah, untuk menjabat sebagai Danpusterad, Pangdam Jaya/Jayakarta dan Aspam Kasad.
“Kami berharap amanah jabatan yang diemban dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dengan terus berbuat yang terbaik, berani, jujur, tulus dan ikhlas mengabdi bagi kepentingan organisasi, Bangsa dan Negara,” harapnya.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi menjabat Pangdam Jaya berdasarkan skep Panglima TNI No Kep/141/II/2017 tanggal 23 Februari 2017. Untuk sementara Mayjen TNI Jaswandi masih merangkap jabatan sebagai Pangdam IV/Diponegoro sampai menunggu perintah lebih lanjut dari Panglima TNI. M13

Buruh Tuntut Kepastian

Ratusan Buruh Simoplas Geruduk Disnakertrans
JALAN KAKI: Ratusan karyawan melakukan demo jalan kaki dengan tidak mengunakan pakai dari Halaman RRI Semarang menuju Kantor Disnakertrans Semarang, Kamis, (23/2). Foto: Shodiqin
SEMARANG- Ratusan buruh pabrik PT Simongan Plastik (Simoplas) Randugarut, Tugu, Semarang kembali melakukan aksi demo atas tuntutan ketidak jelasan selama dua tahun di rumahkan dan tidak diberi upah oleh perusahan.
Dari pantauan Wawasan, Kamis, (23/2) dilokasi, aksi demo kali ini dilakukan dengan cara berbeda yaitu long march dari depan Halaman RRI hingga kantor Disnakertrans Jalan Kimangunsarkoro sekitar pukul 10.00 WIB.
Uniknya para buruh laki-laki selama perjalanan melepaskan kaos dan membawa bendera serikat buruh sebagai bentuk ketidak adilan.
Salah satu perwakilan, Ahmad Zainudin mengatakan aksi long march dengan bertelanjang dada ini dilakukan buruh sebagai simbol bahwa mereka ingin upah dan THR-nya bisa dibayar perusahaan. Sehingga, mereka bisa membeli baju baru untuk lebaran. 
Menurutnya, sudah sejak April 2015 hingga sampai saat ini 2017, kami dirumahkan dan upah kami belum dibayar. Begitu juga dengan THR lalu.
“Kami sampai sekarang pun belum mendapat kepastian hubungan kerja, apakah akan di PHK atau dipekerjakan kembali. Kesepakatannya, waktu itu, upah dibayar sebesar 69 persen dari gaji. Tahun lalu, untuk gaji sekitar Rp 1,9 juta dan tahun ini Rp 2 jutaan,” ujar Zainudin. 
Diungkapkan Zainudin, ada lebih dari 1.900 buruh yang dirumahkan. Beruntung, sebanyak 400-an di antaranya kini dipekerjakan kembali. Namun sisanya 1.500 masih di rumahkan dan tidak jelas.
“Sebenarnya tak hanya upah, dan THR. BPJS Ketenagakerjaan kami juga tidak dibayarkan. Maka dari itu kami datang dan minta Dinas Tenaga Kerja bisa membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini ke pihak perusahaan. Semoga melalui mediasi antara dinas, kami dan perusahaan, ada titik temu," tambahnya. 
Mediator Disnaker, Sugiyono meminta manajemen perusahaan bisa segera menyelesaikan kewajiban dengan para buruh sesuai dengan kesepakatan. Perusahaan membayar upah buruh yang dirumahkan sebesar 69 persen tiap bulan, kemudian juga memberikan kepastian kelanjutan hubungan kerja dan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan yang menunggak. 
Perusahaan mengaku bisa menyiapkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk membayar semuanya, mulai dari upah hingga pesongon untuk yang nanti di PHK. Namun penawaran tersebut, ditolak oleh buruh. "Serikat pekerja buruh menginginkan diselesaikan satu per satu. Upah dulu, kemudian yang lain. Sehingga mediasi hari ini belum mendapat titik temu. Akan dilanutkan pada 9 Maret mendatang," tambah Sugiyono. 

Sementara itu, salah satu pimpinan perusahaan PT Simoplas, Marcus saat adilokasi menyatakan, terkait permasalahan-permasalahan itu, pihaknya akan berusaha menyelesaikannya dengan baik. “Saat ini, kami juga sudah mulai mempekerjakan kembali sebagian ratusan buruh yang dulunya di rumahkan,” katanya. M13