Sabtu, 11 Februari 2017

Mahasiswa Tanpa Narkoba dan Free Sex

Oleh: Shodiqin
Sungguh ironis melihat maraknya pengedaran narkoba di negeri ini, banyak ditemukan para pelaku dengan modus berbeda-beda. Negeri yang selalu menjadi sasaran empuk oleh negara lain sebagai tempat para pembisnis barang haram tersebut dikarenakan pertama keuntungan yang di dapat sangat besar, harga sabu-sabu di negeri ini lebih mahal dari pada negeri lain.
Kedua pintu masuk sangat terbuka, peralatan di pintu masuk sangat sederhana dan manual. Ketiga perekrutan kurir mudah dan murah terutama wanita. Terakhir  banyak pencandu atau pengguna.
Data hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan peneliti dari Puslitkes Universitas Indonesia tahun 2011 didapat estimasi angka penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai prevalensi 2,2% dari penduduk berusia 10 s/d 59 tahun atau setara dengan 3,8 juta jiwa.
Demikian disampaikan, Suswano Kepala Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dalam acara Seminar Nasional yang bertema Meet dan Great BPI (Bimbingan Penyuluhan Islam) 2012 “Cerah Kampusku, gemilang Prestasiku Tanpa Narkoba dan Free Sex” di Auditorium II Kampus 3 IAIN Walisongo Semarang Rabu (07/11/12).
Dia juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar tidak mengkonsumsi narkoba dalam jenis apapun. Dalam UU NO 35 Tahun 2009 sudah dijelaskan bahwa narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tananaman atau bukan tanaman baik sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Yang jelas, tidak ada jenis narkoba yang “aman” semuanya “berbahaya”. “Rokok saja membahayakan, apalagi narkoba,” tegasnya.
Seorang pecandu narkoba tidak dapat berfungsi secara normal dalam hidupnya. Seorang pecandu narkoba akan terus memerlukannya, supaya dapat hidup normal dan dengan takaran yang semakin hari semakin banyak. Seorang pecandu narkoba tidak mampu menghadapi dan bergaul dengan normal dengan keluarganya, temannya, dan masyarakat sekitarnya.
“Sehingga bagi  mahasiswa yang notabenya remaja jangan sekali-kali berani mencoba mengkonsumsi narkoba kalau ingin hidup dengan prestasi yang cerah,” tambah Susanto.
No Free Sex
Acara yang berajuk “Cerah Kampusku, gemilang Prestasiku Tanpa Narkoba dan Free Sex” juga membahas tentang bahaya Free Sex bagi remaja. Dimana remaja pada masa transisi anak-anak menjadi dewasa umur 10-24 tahun sangatrentan terpengaruh sesuatu terutama hal yang baru.
Karena masa remaja dikenal mempunyai emosi labil, suka coba-coba, ingin cari tahu, susah diatur dan susahmengendalikan diri. Demikianlah disampaikan Dwi Yunarto Pusat Informasi dan Layanan Remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PILaR PKBI ) Jawa Tengah.
Mayoritas pecandu free sex banyak dilakukan oleh kaum remaja. Permaslahanya dipengaruhi oleh beberapa factoryaitu faktor budaya, keluarga, Peer  Presure, Life Style dan teknlogi.
Sehingga ada pertanyaan, apa yang harus dilakukan remaja saat ini untuk mengindari hal itu?. Pertama, mahasiswa harus dilindungi dari informasi yang tidak benar. Kedua hindari pengaruh teman sebaya yang tidak baik. Dan ketiga hindari gaya hidup yang negative.
“Apabila mahasiswa bisa melakukan semua hal itu dan mau mengatakan No Free Sex, maka prestasi cerah akan menghampiri kita,” terang Dwi Yunarto.
Harus Seimbang.
Acara yang diselengarakan Badan Punyuluhan Islam (BPI) BEM Fakulats Dakwah IAIN Walisongo Semarangdihadiri sekitar 300 peserta antara lain hadir (Dosen, mahasiswa maupun pegawai). Zaini Ulumudin ketua panitia mengatakan acara ini diharapkan  agar memberikan pencerahan di lingkungan kampus khusunya mahasiswa tentang bahayanya mengkonsumsi narkoba dan freex sex.
Dra. Jauharatul Farida ketua Gender Jawa Tengah, juga mengatakan agar kita semua tidak mudah terpengaruh mengkonsumsi narkoba dan terhindar free sex, kita harus sama-sama bisa menyeimbangkan tiga potensi yang ada dalam diri kita.Yaitu potensi akal, nafsu dan agama .“Ketiga potensi itu harus seimbang dan tidak ada yang berat sebelah,” jelasnya.

Shodiqin Sekertaris Umum Surat Kabar Mahasiswa (SKM) AMANAT. Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar